Check out the Latest Articles:

Sabtu, 11 Juni 2011

Hidup Adalah Pilihan

Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammàsambuddhassa


Dhammaÿ care sucaritaÿ, Na taÿ duccaritaÿ care,

Dhammacàrã sukhaÿ seti, Asmiÿ loke paramhi ca

Hiduplah sesuai dengan Dhamma, tidak mengikuti cara hidup yang salah.

Seseorang yang mengikuti ajaran Dhamma secara benar akan hidup bahagia

dalam kehidupan ini dan kehidupan yang akan datang (Dhammapada 169).

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa sejak dari zaman dahulu, sekarang maupun yang akan datang, semua makhluk terutama manusia menginginkan kesejahteraan, kedamaian, kenyamanan ataupun kebahagiaan. Namun dalam mewujudkan semua itu setiap makhluk menggunakan cara yang berbeda-beda, sehingga memberikan hasil yang berbeda-beda pula. Ada cara-cara yang patut dan ada cara-cara yang tidak pantas. Sebagai manusia hendaknya kita selalu berusaha menggunakan cara-cara yang baik dan benar. Kalau cara-cara yang digunakan tidak benar, maka akan menyebabkan kerugian, kesulitan ataupun penderitaan bagi diri sendiri maupun pihak lain. Sehingga kebahagiaanya pun akan seperti umpan dengan mata kail. Contohnya hewan, dalam pemenuhan kebutuhannya selalu berusaha untuk saling mengalahkan, merebut bahkan tidak sedikit yang saling membunuh satu sama lainnya. Kalau tidak memakan maka akan dimakan, demikian hukum rimba yang terjadi pada kehidupan hewan. Tetapi, di zaman sekarang yang semakin modern tidak sedikit manusia yang perilakunya seperti hewan bahkan lebih dari itu, sehingga menyebabkan penderitaan bagi banyak makhluk. Bahkan bila dibandingkan, hewan sedikit lebih baik daripada manusia yang buruk perilakunya. Mengapa? Karena bila hewan merasakan sudah waktunya makan atau merasa lapar, mereka akan mencari makanan sesuai dengan kebutuhannya. Sudah makan kenyang lalu pergi istirahat, kalaupun menimbun maka makanannya tidak banyak, cukup untuk dirinya atau kelompoknya dalam melewati musim yang sulit untuk mencari makanan. Berbeda dengan manusia yang moralnya buruk. Setelah mendapatkan yang diinginkan, masih ingin mencari lagi dengan berbagai alasan. Menimbun sebanyak-banyaknya. Kalau perlu semuanya diambil, tidak perduli dengan yang lainnya yang penting hasratnya terpenuhi. Kalau demikian bukankah manusia lebih berbahaya dari hewan.

Bila dalam pemenuhan kebutuhan cara-cara yang digunakan tidak sesuai dan bertentangan dengan kemoralan, maka kebahagiannya akan bersifat semu berubah menjadi penderitaan. Seperti ikan yang memakan umpan yang di dalamnya terdapat kail, sesaat merasakan kesenangan tetapi sesaat itu pula mendapatkan penderitaan. Demikian pula dengan pengguna atau yang coba-coba dengan barang-barang narkotik, minuman keras atau zat-zat yang dapat menyebabkan lemahnya kesadaran. Senangnya sementara, tetapi berakibat buruk pada batin dan jasmani. Secara fisik, organ-organ tubuhnya akan mudah terserang penyakit. Bagi keadaan mentalnya maka akan mudah muncul marah, benci, curiga, dendam, keserakahan dan sebagainya yang bertentangan dengan tujuan untuk mencapai kebahagiaan. Setelah itu bukan hanya dirinya yang mengalami penderitaan. Orangtua, saudara, teman, keluarga bahkan banyak pihak turut mendapatkan kesusahan. Patut kita renungkan bahwa hidup ini sungguh singkat dan tidak pasti, sedangkan kematian adalah pasti. Perubahan terjadi sungguh cepat dan terus-menerus, bila kita tidak bergegas berbuat kebajikan maka kita hanya akan menyesal dikemudian hari. Seperti syair Dhammapada 116, “abhittharetha kalyàõe, pàpà cittaÿ nivàraye, dandhaÿ hi karato pu¤¤aÿ, pàpasmiÿ ramatã mano” : bergegaslah berbuat kebajikan dan kendalikan pikiranmu dari kejahatan, barangsiapa lamban berbuat baik, maka pikirannya akan senang dalam kejahatan. Oleh karena itu tidak sepantasnya kita hanya bersenang-senang tanpa membuat sesuatu yang bermanfaat dalam kehidupan yang sekarang ini. Tujuan melaksanakan Dhamma adalah untuk mengakhiri penderitaan, bukan untuk kesenangan intelektual ataupun untuk diperdebatkan. Karena hanya akan menghambat dalam pelaksanaan Dhamma. Di dalam âëavaka Sutta, Suttanipàta, Khuddaka Nikàya syair 189 ada empat cara yang dapat menunjang kehidupan seseorang untuk mencapai kebahagiaan terutama dalam pergaulan hidup dengan lingkungan:

1. Sacca: kebenaran atau kejujuran, dalam keadaan apapun hendaknya kita senantiasa bertindak jujur. Dengan membiasakan kebenaran atau kejujuran kita akan mudah mendapat tempat dalam pergaulan, dipercaya banyak orang dan dapat diandalkan. Kebenaran atau kejujuran juga membimbing seseorang memiliki kesetiaan.

2. Dama: pengendalian diri, usaha untuk melatih diri agar dapat mengendalikan perbuatan melalui pikiran, ucapan dan jasmani. Ketika berada dalam kondisi yang baik atau kurang baik, pengendalian diri sangat penting agar muncul kebijaksanaan. Saat yang baik muncul tidak menjadi terbuai, terhanyut, serakah ataupun melekat, sebaliknya ketika yang muncul kurang baik tidak menjadi marah, benci ataupun memusuhinya.

3. Khanti: kesabaran, berusaha mengembangkan kesabaran dalam segala kondisi. Bekerja, belajar, dan menunggu adalah suatu kondisi untuk melatih kesabaran. Bukan hanya ketika mengalami penderitaan kita harus bersabar tetapi saat bahagia pun kita harus mengembangkan kesabaran. Dalam kehidupan sehari-hari, kesabaran harus dikembangkan ketika menghadapi situasi yang baik tanpa keserakahan dan menghadapi situasi yang tidak baik tanpa kebencian. Hanya jika kita telah benar-benar melakukan hal tersebut maka kita dapat disebut orang yang sabar.

4. Càga: kemurahan hati, adalah suatu usaha untuk meringankan penderitaan makhluk lainnya. Kepada sesama kita saling dapat berbagi sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Melalui pikiran kita dapat memberikan ide, gagasan atau paling tidak berusaha berpikir positif setiap saat. Melalui ucapan, bertutur kata yang ramah, sopan, tidak menyinggung orang lain. Menghindari isu, gosip ataupun ucapan yang tidak benar. Melalui jasmani kita dapat membantu dengan tenaga, menjaga kebersihan dan kerapihan minimal di tempat kita berada. Bentuk lain dari kemurahan hati adalah dengan cara memaafkan kesalahan orang lain. Terhadap makhluk binatang, kita berusaha menghindari penyiksaan dan pembunuhan. Bahkan kita dapat memberikan kebebasan dengan melepaskannya pada tempat yang sesuai. Dengan itu kita dapat berlatih kemurahan hati.

Kehidupan yang sesungguhnya adalah sebuah pilihan. Kebahagiaan dan penderitaan ditentukan oleh perbuatan masing-masing individu. Siapa pun berhak untuk menentukan jalan hidupnya dan akan merasakan hasil yang sesuai dengan perbuatannya. Kebahagiaan yang diperoleh bukan hadiah ataupun bonus melainkan sebagai bentuk konsekuensi dari kebajikan-kebajikan yang pernah dilakukan. Demikian juga dengan penderitaan yang terjadi, bukan suatu kutukan atau hukuman melainkan hasil dari perbuatan-perbuatan tidak sehat, negative atau buruk yang pernah dilakukan sekarang, lalu maupun yang lampau. Memberikan akibat sesuai dengan syarat-syarat dan kondisi yang mendukung. Sebagai contoh, bila kita ingin memetik buah dari sebuah pohon. Kita harus membuat kondisi dan syarat agar pohon tersebut tumbuh dengan baik dan subur. Dengan memperhatikan benih, air, tanah, sinar matahari, pupuk, penyakit, hama, dan sebagainya sehingga dapat menghasilkan buah yang maksimal. Demikian juga dengan perbuatan yang kita lakukan. Kebahagiaan sebagai tujuan dari semua makhluk dapat dicapai dalam kehidupan ini, bahkan sebagai manusia kita mempunyai potensi yang sangat besar untuk mencapai kebahagiaan tertinggi. Kata manussa dalam bahasa Pàli bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah manusia. Yang berasal dari kata mana yang berarti pikiran. Sehingga arti dari manussa adalah makhluk manusia yang dapat mengembangkan, mengolah. dan meningkatkan pikiran menuju kesempurnaan. Oleh sebab itu janganlah sia-siakan kesempatan hidup sebagai manusia. Karena untuk terlahir sebagai manusia tidak mudah dan manusia memiliki potensi yang besar untuk mencapai kesempurnaan serta mengakhiri penderitaan. Marilah kita bersama-sama meningkatkan kualitas perbuatan baik dan berusaha mengikis keserakahan, kebencian, dan kegelapan batin. Semoga semua makhluk berbahagia.

Oleh : Bhikkhu Jayaratano

(08 Juli 2007)


Format Microsoft Word 2007 silahkan anda Download disini >>>CLICK ME <<<

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar