Check out the Latest Articles:

Rabu, 20 April 2011

5. SUCILOMA SUTTA : Khotbah yang serupa dengan Alavaka Sutta (di atas)

5. SUCILOMA SUTTA

Suciloma
Khotbah yang serupa dengan Alavaka Sutta (di atas)
Demikian yang telah saya dengar: Suatu ketika Sang Buddha duduk beralas batu di Gaya, tempat kediaman yakkha Suciloma. Pada saat itu yakkha Khara dan Suciloma lewat di dekat beliau [dan yakkha Khara bertanya] ‘Apakah orang ini seorang pertapa?’
Suciloma menjawab: ‘Dia bukan pertapa. Penampilannya saja yang kelihatan sama. Biarlah saya pastikan.’ Kemudian Suciloma mendekati Sang Buddha dan mencoba menempelkan dirinya ke tubuh Sang Buddha. Tetapi Sang Buddha mundur dari sentuhannya. Maka Suciloma bertanya kepada Sang Buddha: ‘O pertapa, apakah engkau takut padaku?’
Sang Buddha menjawab: ‘Sobat, saya tidak takut padamu, hanya saja sentuhanmu tidak menyenangkan.’
Suciloma: Saya akan bertanya kepadamu, O pertapa; jika engkau tidak bisa menjawab, saya akan mengacaukan pikiranmu, atau merobek-robek jantungmu, atau merenggut kakimu dan melemparmu ke seberang sungai Gangga.
Sang Buddha: Sobat, tidak kulihat di dunia ini seorang pun yang dapat melakukan hal itu. Tetapi sobat, bertanyalah sesukamu.
1. Suciloma: Dari mana munculnya nafsu dan kebencian? Dari mana munculnya rasa tidak puas, kemelekatan dan ketakutan? Dari mana munculnya spekulasi-spekulasi jahat yang mengusik pikiran, bagaikan anak-anak kecil mengusik burung-burung gagak? (270)
2. Sang Buddha: Nafsu dan kebencian muncul dari egoisme. Demikian juga rasa tidak puas, kemelekatan dan ketakutan. Dari sana pula pikiran-pikiran spekulatif muncul dan mengusik pikiran bagaikan anak-anak mengusik burung-burung gagak. (271)
3. Semua itu muncul dari nafsu, yang berada dalam diri seseorang bagaikan sulur-sulur yang muncul dari cabang pohon beringin. Mereka melekat ke nafsu indera bagaikan tanaman rambat maluva yang memenuhi hutan belantara. (272)
4. Dengarkanlah, O, yakkha, mereka yang mengetahui sumbernya akan mengatasinya. Mereka menyeberangi banjir yang sulit diseberangi, yang belum pernah diseberangi, dan mereka tidak akan terlahir lagi. (273)
Posting ini telah dilihat sebanyak :112

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar