Check out the Latest Articles:

Jumat, 22 April 2011

Doa Sang Katak

Doa Sang Katak

oleh Anthony de Mello SJ

SUPAYA KUAT SATU JAM

Ketua seksi kewanitaan sedang  menerima  mahasiswi-mahasiswi
baru  di perguruan Tinggi dan merasa cocok untuk menyinggung
masalah moralitas seksual.

"Dalam saat-saat godaan, ajukanlah  satu  pertanyaan  kepada
dirimu sendiri: apakah satu jam merasa nikmat pantas dibayar
dengan rasa malu sepanjang hidup?"

Pada  akhir  ceramah  ia  memberi  kesempatan  kepada   para
pendengar  untuk  mengajukan pertanyaan. Seorang dari antara
gadis-gadis itu dengan sedikit takut mengacungkan  tangannya
dan  berkata,  "Bagaimana  caranya  bermain seks selama satu
jam?"


SOKRATES DI PASAR


Sokrates, seorang filsuf  sejati,  yakin  bahwa  orang  yang
bijaksana dengan sendirinya akan hidup sederhana. Ia sendiri
tidak memakai sepatu; namun ia terus-menerus  tertarik  oleh
keramaian  pasar  dan  sering  pergi  ke  sana untuk melihat
segala macam barang yang dipertontonkan.

Ketika salah seorang  kawannya  bertanya  mengapa  demikian,
Sokrates   berkata,   "Saya   senang  pergi  ke  sana  untuk
mengetahui  berapa  banyak  barang   yang   meskipun   tidak
memilikinya, saya tetap gembira."

Hidup   batin   adalah  tidak  mengetahui  apa  yang  engkau
kehendaki tetapi memahami yang tidak engkau butuhkan.

   

SOYEN SHAKU TERTIDUR

Sang Guru Soyen Shaku wafat pada usia enam puluh satu tahun,
tetapi tidak sebelum ia menyelesaikan tugas yang  diserahkan
kepadanya  - ia mewariskan pengajaran yang lebih beragam dan
tinggi daripada sebagian terbesar guru-guru Zen. Diceritakan
bahwa murid-muridnya kadang-kadang tidur sesudah makan siang
karena merasa lesu dalam musim panas.  Meskipun  ia  sendiri
tidak  pernah  membuang  waktu  barang satu menit pun, Soyen
tidak  pernah  mengatakan  satu  patah  kata  pun   mengenai
kelemahan murid-muridnya ini.

Pada   usia   dua   belas   tahun?   ia   sudah  mempelajari
ajaran-ajaran filsafat sekolah Tendai. Pada  suatu  hari  di
musim  panas,  suhu  begitu  tinggi  dan  udara  melelahkan,
sehingga Soyen yang masih kecil karena melihat bahwa gurunya
sedang  pergi,  menggeletak dan tidur pulas selama tiga jam.
Ia baru bangun karena terkejut, ketika ia mendengar  gurunya
masuk.  Namun  sudah  terlambat.  Ia  terbaring  di  lantai,
badannya membujur di depan pintu.

"Maafkan aku, maafkan aku," bisik gurunya yang dengan sangat
hormat  melompati tubuh Soyen yang terbujur itu, seolah-olah
tubuh seorang tamu yang sangat terhormat. Sesudah itu  Soyen
tidak pernah tidur lagi pada siang hari.



SEBIDANG TANAH MILIK SEORANG QUAKER

Seorang  Quaker  memasang  sebuah  pengumuman  di atas tanah
kosong dekat rumahnya: TANAH INI AKAN DIBERIKAN KEPADA SIAPA
SAJA YANG SUNGGUH TELAH KESAMPAIAN."

Seorang  petani kaya yang lewat di tempat itu berhenti untuk
membaca pengumuman itu dan berkata kepada  dirinya  sendiri,
"Karena kawanku si Quaker itu telah siap melepaskan sebidang
tanah  itu,  mungkin  baik  kalau  saya  memintanya  sebelum
didahului  oleh orang lain. Saya seorang kaya yang mempunyai
segala  sesuatu  yang  saya  butuhkan,  jadi  saya  memenuhi
syarat."

Dengan  itu  ia  mengetuk  pintu dan mengemukakan maksudnya.
"Adakah tuan sungguh-sungguh telah 'sampai '?"  kata  Quaker
itu.

"Sungguh,  karena  saya  mempunyai  segala sesuatu yang saya
butuhkan."

"Kawan," kata Quaker  itu,  "Kalau  tuan  sudah  kesampaian,
mengapa tuan menginginkan tanah itu?"

Sementara  orang lain berusaha keras mencari kekayaan, orang
yang sudah  mengalami  penerangan  batin,  yang  sudah  puas
dengan yang ada padanya, memiliki tanpa berjuang keras.

Karena  merasa  puas dengan yang sedikit mereka kaya seperti
raja-raja.  Raja  sendiri  adalah   seorang   miskin   kalau
kerajaannya tidak cukup baginya.


TEH BIASA YANG PALING ENAK

Orang  biasa  dikenal  dapat  membangun  kehidupan yang kaya
untuk diri mereka sendiri dan orang lain dengan  milik  yang
sangat sedikit.

Di  Jepang  ada  sekelompok  orang-orang  tua yang berkumpul
untuk bertukar berita dan minum teh. Salah satu minat mereka
adalah  mencari  berbagai  jenis  teh yang mahal dan membuat
ramuan baru yang memuaskan cita rasa mereka.

Ketika tiba giliran anggota  tertua  untuk  menjamu  anggota
yang  lain,  ia menghidangkan teh dengan upacara yang paling
besar,  dengan  menghitung  lembar-lembar  teh  dari   wadah
terbuat  dari  emas.  Semua  orang sangat memuji teh itu dan
ingin tahu ramuan macam apa yang  ia  buat  sampai  akhirnya
memberi rasa istimewa.

Orang  tua  itu  tertawa  dan  berkata,  "Teh  yang  menurut
tuan-tuan sangat istimewa rasanya adalah  teh  yang  diminum
oleh  para  petani  di  perkebunan saya. Hal-hal yang paling
baik dalam kehidupan  bukanlah  hal  yang  mahal  dan  sulit
ditemukan."

   

TRUK YANG TERJEPIT


Sebuah truk yang besar bergerak melewati jalan di bawah  rel
kereta  api.  Truk  itu  terjepit  diantara  jalan dan balok
penyangga   di   atas.   Semua   usaha   para   ahli   untuk
membebaskannya  tidak  berhasil  sehingga  lalu  lintas sama
sekali macet.

Seorang anak kecil berulang kali mencoba  menarik  perhatian
mandor  yang  bekerja di situ, tetapi selalu dikesampingkan.
Akhirnya dengan sangat gusar, mandor itu berkata, "Saya kira
engkau datang untuk mengatakan kepada kami bagaimana caranya
menyelesaikan pekerjaan ini?"

"Ya," kata anak itu. "Coba kempeskan sedikit ban truk itu."

Dalam  pikiran  awam  terdapat  banyak  kemungkinan.   Dalam
pikiran ahli hanya ada beberapa saja.

   

TUKANG SIHIR DAN NAGA


Pada  suatu  zaman di negeri Cina adalah seekor naga raksasa
yang berkeliaran dari desa ke desa  membunuh  sapi,  anjing,
ayam dan anak-anak tanpa pandang bulu. Maka orang-orang desa
menemui seorang dukun untuk minta bantuan di dalam kesusahan
mereka.   Dukun  itu  berkata,  "Saya  sendiri  tidak  dapat
membunuh naga  itu,  karena  meskipun  saya  adalah  seorang
dukun,  saya  sangat  penakut. Akan tetapi saya akan mencari
orang untuk menolong kalian."

Setelah  itu  ia  mengubah  diri  menjadi  seekor  naga  dan
menempatkan  diri  pada suatu jembatan, sehingga semua orang
yang tidak tahu bahwa naga itu sebenarnya adalah sang dukun,
takut  untuk  lewat. Pada suatu hari, seorang pejalan sampai
ke jembatan itu, dengan tenang menginjak naga itu dan  terus
berjalan lewat.

Dengan  segera  dukun  itu  berubah lagi menjadi manusia dan
memanggil  orang  itu,  "Kawan,  datanglah  ke  mari.  Sudah
berminggu-minggu saya berada di sini menunggumu! "

Orang-orang  yang  sudah  mengalami  penerangan  batin  tahu
bahwa  rasa  takut  terletak  pada  cara  engkau  memandang
sesuatu, tidak pada sesuatu itu sendiri.

                     (DOA SANG KATAK 2, Anthony de Mello SJ,
                        Penerbit Kanisius, Cetakan 12, 1990)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar