Check out the Latest Articles:

Sabtu, 16 April 2011

JENIS-JENIS KAMMA; Terdapat empat jenis Kamma berdasarkan waktu munculnya akibat (vipaka)

Jenis-jenis kamma; Terdapat empat jenis Kamma berdasarkan waktu munculnya akibat (vipaka)

Jenis – jenis kamma


Terdapat empat jenis Kamma berdasarkan waktu munculnya akibat (vipaka), yaitu:


1. Ditthadhamma vedaniya Kamma
...

Kamma yang memberikan hasil dalam kehidupan sekarang ini, termasuk yang sudah masak atau disebut dengan Paripakka dittha dhamma vedaniya kamma.


Contoh: Seorang miskin bernama Punna yang memberikan dana makanan kepada Y A Sariputta Maha Thera menjadi kaya raya dalam waktu tujuh hari setelah berdana.


Kamma yang memberikan hasil setelah lewat tujuh hari disebut dengan aparipakka ditha dhamma vedaniya kamma. Contoh: Jika berbuat kebajikan atau kejahatan dalam usia muda, akan dipetik hasil dalam usia muda atau usia tua dalam kehidupan sekarang.


2. Upajja vedaniya Kamma

Kamma yang menghasilkan akibat (vipaka) pada kehidupan berikutnya yaitu satu kehidupan setelah kehidupan sekarang.


3. Aparapariya vedaniya Kamma

Kamma yang menghasilkan akibat (vipaka) pada kehidupan berikutnya secara berturut-turut.



4. Ahosi Kamma

Kamma yang tidak lagi atau tidak akan memiliki kekuatan untuk menghasilkan akibat (kadaluwarsa). Ahosi Kamma terbentuk ketika kekuatan suatu perbuatan (kamma) terhalangi oleh kekuatan perbuatan lain yang sangat besar. Selain itu Ahosi Kamma terbentuk jika tidak adanya kondisi-kondisi pendukung yang dibutuhkan untuk kamma itu berbuah, sehingga kamma tersebut tidak menghasilkan akibat (vipaka).



Terdapat empat jenis Kamma berdasarkan fungsinya:



1. Janaka Kamma

Kamma yang menyebabkan timbulnya syarat untuk terlahirnya kembali suatu makhluk. Kamma ini menimbulkan batin (Nama) dan jasmani (Rupa). Seseorang dilahirkan ke dalam keluarga yang miskin dan dikeluarga yang kaya ditentukan oleh Janaka Kamma



2. Upatthambhaka Kamma

Kamma yang mendukung terpeliharanya satu akibat dari sebab yang telah timbul (kamma penguat). Kamma ini membantu Janaka Kamma, yaitu:

•Membantu Janaka Kamma yang belum mempunyai waktu menimbulkan hasil, memberikan waktu menimbulkan hasil/akibat.

•Membantu Janaka Kamma yang sedang mempunyai waktu menimbulkan hasil memberikan kekuatan untuk menimbulkan hasil secara sempurna.

•Membantu Rupa-Nama (Lahir-Bathin) yang dilahirkan Janaka Kamma menjadi maju dan bertahan lama.

Misalnya: Debby adalah seorang nenek yang ditetapkan oleh Janaka Kamma hanya hidup selama 70 tahun di dunia, tetapi di dalam kehidupannya sehari-hari, nenek Debby sering melakukan perbuatan baik seperti berdana, melaksanakan sila dan bermeditasi sehingga umur yang ditetapkan oleh Janaka Kamma selama 70 tahun bertambah 20 tahun.



3. Upapilaka Kamma

Kamma yang menekan, mengolah, menyelaraskan satu akibat dari satu sebab. Kamma ini memperlemah kekuatan Janaka Kamma (kamma pelemah), yaitu :

•Upapilaka Kamma yang menekan Janaka Kamma supaya tidak ada waktu menimbulkan hasil.

•Upapilaka Kamma yang menekan Janaka Kamma yang mempunyai waktu menimbulkan hasil supaya mempunyai kekuatan menurun.

•Upapilaka Kamma yang menekan Rupa-Nama (Lahir-Bathin) yang dilahirkan Janaka Kamma.

Misalnya: Budi seorang narapidana yang divonis 10 tahun hukuman penjara, namun dalam kesehariannya, ia sering menunjukan tabiat yang baik, rajin bekerja, maka Budi mendapatkan keringanan hukuman menjadi 7 tahun saja.



4. Upaghataka Kamma

Kamma yang memotong atau menghancurkan kekuatan akibat dari satu sebab yang telah terjadi. Misalnya: Taufik adalah seorang pemain bulutangkis. Ia sering menjadi juara dalam beberapa pertandingan dan bulutangkis adalah karirnya. Suatu hari, saat Taufik mengendarai mobil, tiba-tiba ia menabrak truk yang ada didepannya. Akibatnya tangan kiri Taufik menjadi patah dan cacat seumur hidup sehingga karirnya menjadi hancur.



Terdapat empat jenis Kamma berdasarkan sifat dari akibat yang dihasilkan, yaitu:



1. Garuka Kamma

Kamma berat yang memiliki kualitas kekuatan yang besar yang mampu menimbulkan hasil dalam kehidupan kedua, dan kekuatan kamma lain tidak mampu mencegahnya.



Garuka Kamma terdiri dari 2 jenis yaitu:

•Akusala Garuka Kamma adalah perbuatan buruk/jahat yang berat. Yang disebut Akusala Garuka Kamma (perbuatan jahat yang berat) adalah Niyatamicchaditthi-Kamma (perbuatan pandangan salah yang pasti) dan Pancanantariya-Kamma (lima perbuatan durhaka, yaitu membunuh ibu, membunuh ayah, membunuh Arahat, melukai Sang Buddha dan memecah-belah Sangha).



Akibat dari melakukan Akusala Garuka Kamma adalah tumimbal-lahir ke alam Apaya (Alam yang menyedihkan, yaitu alam neraka, alam setan, alam binatang dan alam asura).



Akusala Garuka Kamma juga disebut dengan Anantariya Kamma karena dampaknya masih dapat di rasakan dikehidupan selanjutnya. Hal ini dijelaskan oleh Guru Buddha dalam Parikuppa Sutta; Anguttara Nikaya 5.129. Contoh: Devadatta yang telah melukai kaki Guru Buddha dan memecah-belah Sangha, dilahirkan kembali di alam neraka avici. Contoh lain adalah Raja Ajatasattu yang telah membunuh ayahnya (Raja Bimbisara) tidak dapat meraih kesucian Sotapana (tingkat kesucian pertama) karena kekuatan besar dari Akusala Garuka Kamma.



•Kusala Garuka Kamma adalah perbuatan baik yang berat. Yang disebut Kusala Garuka Kamma adalah hasil dari melaksanakan Samatha-Bhavana (meditasi ketenangan batin) sehingga mencapai Rupa-Jhana 4 dan Arupa-Jhana 4 atau disebut Jhana 8. Akibat dari melakukan Kusala Garuka Kamma adalah tumimbal-Iahir di alam Brahma.



Akusala Garuka Kamma, bila tidak ada waktu menimbulkan hasil, tetapi mempunyai kesempatan untuk menjadi Upatthambhaka Kamma (Kamma membantu). Sebaliknya, Kusala Garuka Kamma itu, bila tidak ada waktu menimbulkan hasil, akan menjadi Ahosi Kamma dan tidak mempunyai kesempatan untuk menjadi Upatthambhaka Kamma (kamma membantu).



2. Asanna Kamma adalah kusala kamma (perbuatan baik) dan akusala kamma (perbuatan buruk/jahat) yang dilakukan seseorang sebelum saat ajalnya, yang dapat dilakukan dengan lahir dan batin. Dengan batin misalnya; memikirkan, merasakan, mengingat-ingat semua perbuatan baik atau buruk yang telah dilakukan, atau memikirkan kebaikan atau kejahatan terhadap makhluk lain. Kamma inilah yang akan menentukan keadaan kelahiran seseorang yang akan datang jika tidak ada kekuatan kamma lain yang lebih besar lagi yang menentukan.



Contoh: Seorang algojo pada saat menjelang ajalnya, ia mengingat pernah memberi sedekah kepada Y.A. Sariputta. Dengan mengingat hal ini ia terlahir di alam yang bahagia. Namun, meskipun terlahir di alam bahagia, ia tetap memperoleh dampak buruk dari apa perbuatan buruk yang pernah ia lakukan.



3. Acinna Kamma atau Bahula Kamma adalah Karma Kebiasaan, yaitu perbuatan baik dan jahat yang merupakan kebiasaan bagi seseorang karena sering dilakukan. Bila seseorang belum saat ajalnya tidak berbuat sesuatu, dan dengan demikian tidak terdapat Asanna Kamma, maka yang menentukan keadaan kelahiran yang berikutnya ialah Kamma Kebiasaan (Acinna Kamma) yaitu perbuatan-perbuatan yang merupakan kebiasaan seseorang karena sering dilakukan sehingga seolah-olah merupakan watak baru.



Contoh: Cunda seorang penjagal babi, yang hidup disekitar vihara tempat Guru Buddha berdiam, ia meninggal dengan mendengking seperti babi karena kebiasaannya memotong babi.



4. Kattata Kamma adalah Kamma yang tidak terlalu berat dirasakan akibatnya. Karma ini yang paling lemah di antara semua karma. Kamma ini merupakan perbuatan baik (kusala kamma) dan perbuatan jahat (akusala kamma) yang pemah dibuat dalam kehidupan lampau dan kehidupan sekarang ini yang hampir tidak didorong oleh kehendak. Kamma ini berproses apabila ketiga kamma diatas tidak pernah dilakukan. Kattata kamma dimisanya tanpa sadar menggaruk kepala walau kepala tidak gatal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar