Check out the Latest Articles:

Senin, 18 April 2011

Kembalilah ke Jalan Benar : Bhikkhu Hemadhammo

Kembalilah ke Jalan Benar


Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammāsambuddhassa
Maggān’ aṭṭhaṅgiko seṭṭho

Di antara semua jalan, Jalan Arya berunsur delapan adalah yang terbaik.
(Dhammapada 273)


Banyak orang yang menawarkan jalan untuk mencapai alam bahagia (surga) setelah kematian nanti, dan tidak sedikit orang yang tertarik dan mengikuti penawaran itu. Sesungguhnya, untuk mencapai alam surga dalam pandangan Buddhis tidaklah sulit, hanya dengan mengembangkan keyakinan kepada Tiratana bisa mencapai alam surga, hanya dengan mempraktikkan Sila akan tercapai alam surga, bahkan jika merujuk dalam Vimānavatthu, hanya dengan berdana dapat dicapai alam bahagia. Dalam pandangan Buddhis, alam surga bukanlah tujuan utama, karena di alam surga pun masih mengalami kematian.

Sang Buddha penemu Jalan Arya Berunsur Delapan, jalan yang hanya diajarkan oleh para Buddha, jalan yang membedakannya dari setiap ajaran agama dan filsafat lain. Jalan Arya Berunsur Delapan disebut juga Jalan Tengah, karena jalan ini menghindari dua jalan ekstrim yaitu pemuasan diri dan penyiksaan diri. Jalan ini namanya Jalan Arya, unsur pembentuknya ada delapan. Semua unsur pembentuk Jalan Arya harus dilaksanakan, tidak bisa lakukan satu unsur atau beberapa unsur saja. Jalan ini bukan hanya untuk mencapai alam-alam bahagia, namun dapat membebaskan manusia dari segala penderitaan.

Kedelapan unsur dari jalan itu adalah:

1. Pengertian benar (Sammā-diṭṭhi)
2. Pikiran benar (Sammā-saṅkappa)
3. Ucapan benar (Sammā-vācā)
4. Perbuatan benar (Sammā-kammanta)
5. Mata pencaharian benar (Sammā-ājῑva)
6. Usaha benar (Sammā-vāyāma)
7. Perhatian benar (Sammā-sati)
8. Konsentrasi benar (Sammā-samādhi)

Pengertian benar dalam arti pokoknya adalah memahami kehidupan sebagaimana yang sebenarnya. Untuk itu seseorang perlu mengerti secara jelas mengenai Empat Kebenaran Mulia. Dengan memahami kebenaran-kebenaran tersebut berarti memahami seluk beluk kehidupan. Pengertian benar sangatlah penting, karena menuntun ke tujuh unsur yang lain dalam Jalan Arya Berunsur Delapan. Pengertian benar memastikan kebenaran pikiran dan keselarasan gagasan. Ketika pikiran dan gagasan menjadi jelas dan bermanfaat, ucapan dan perbuatan akan mengikuti pemimpinnya. Pengertian benar juga menyebabkan seseorang menghentikan usaha yang tanpa hasil dan mengusahakan upaya untuk membantu mengembangkan perhatian benar. Pengertian benar bertolak belakang dengan pengertian salah. Kalau diawali dengan pengertian yang salah, maka pikiran, ucapan, dan perbuatan pun akan menjadi salah.

Pikiran benar adalah pikiran yang terbebas dari pikiran jahat, yang ada adalah pikiran baik yang penuh cinta kasih dan pikiran yang penuh dengan belas kasihan atau tanpa kekerasan. Pikiran benar ini harus ditanamkan dan dikembangkan terhadap semua makhluk hidup tanpa membedakan ras, kasta, suku, jenis kelamin ataupun agama. Mereka harus mencakup semua makhluk hidup, tanpa dibatasi prasangka. Memancarkan pikiran-pikiran yang mulia seperti itu tidaklah mungkin bagi orang yang mementingkan diri sendiri dan egois.

Ucapan benar adalah bagian pertama dari kelompok moral kebajikan, menghindari dusta dan selalu berbicara jujur, menghindari kebohongan yang menimbulkan pertentangan, dan sebaliknya berbicara hal yang menghasilkan kerukunan dan kedamaian. Menghindari caci maki dan ucapan kasar, dan sebaliknya berbicara dengan kata-kata yang halus dan sopan. Menghindari omong kosong, membual atau bergunjing, dan sebaliknya berbicara hal yang berarti dan terpuji. Dalam berbicara seharusnya tidak dikuasai oleh pikiran-pikiran yang jahat seperti ketamakan, kemarahan, kecemburuan, kesombongan atau egoisme.

Perbuatan benar adalah bagian kedua dari kelompok moral kebajikan, yaitu menghindari terhadap tiga perbuatan yang salah: pembunuhan, pencurian, dan perbuatan asusila, serta senantiasa selalu mengembangkan serta menanamkan belas kasih terhadap seluruh makhluk hidup, hanya mengambil apa yang diberikan, dan menjalani hidup suci, setia dalam perkawinan bagi umat awam, dan hidup selibat bagi bhikkhu dan bhikkhuni.

Mata pencaharian benar adalah menghindari perdagangan yang bertentangan dengan Dhamma seperti perdagangan alat-alat perang dan senjata yang mematikan, perdagangan hewan-hewan untuk disembelih, perdagangan manusia, perdagangan minuman keras dan narkoba yang memabukkan, serta perdagangan racun.

Usaha benar adalah usaha yang keras untuk mencegah timbulnya pikiran-pikiran jahat dan tidak benar yang belum timbul, membuang pikiran-pikiran jahat yang telah timbul, menghasilkan dan mengembangkan pikiran-pikiran baik yang belum timbul, serta meningkatkan dan mempertahankan pikiran-pikiran baik yang telah ada.

Perhatian benar adalah penerapan atau pengembangan kesadaran dalam hal: kegiatan badan jasmani, perasaan, keadaan pikiran, fenomena pikiran atau objek-objek mental. Sebagai unsur dari Jalan Arya yang saling bergantungan, perhatian benar membantu usaha benar. Keduanya bersama-sama bekerja untuk mengawasi timbulnya pikiran-pikiran yang tidak baik dan mengembangkan pikiran-pikiran baik yang telah ada. Manusia mewaspadai perbuatannya dalam ucapan, tindakan jasmani dan pikiran, menghindari semua hal yang mengganggu kemajuan batinnya.

Konsentrasi benar, merupakan unsur ke-8 dari Jalan Arya, adalah memperkuat keteguhan pikiran yang dapat disamakan dengan api yang tidak berkedip dari sebuah pelita di tempat yang tidak berangin. Konsentrasi menetapkan pikiran pada tempatnya dan membuatnya tidak bergerak dan tidak terganggu. Latihan yang benar dari konsentrasi mempertahankan pikiran dalam keadaan seimbang. Banyak rintangan batin yang dihadapi oleh si pelaku meditasi, tetapi dengan bantuan usaha benar dan perhatian benar, ia dapat menyingkirkan rintangan itu dan memperoleh konsentrasi sempurna. Pikiran yang terkonsentrasi dengan sempurna tidak terganggu oleh objek-objek indrawi, karena ia dapat melihat segala sesuatu menurut apa adanya.

Jalan ini adalah jalan satu-satunya untuk membebaskan manusia dari segala penderitaan. Di dalam Mahāparinibbāna Sutta, Dῑgha Nikāya, Sang Buddha mengatakan bahwa jika Jalan Arya Berunsur Delapan masih ada dan dipraktikkan dengan sungguh-sungguh, maka dunia ini tidak akan kosong dari orang-orang yang mencapai kesucian. Jadi walaupun Dhamma yang diajarkan oleh Sang Buddha sudah lebih dari 25 abad yang lalu, jika kita praktikkan dengan sungguh-sungguh, kitapun bisa mencapai kesucian, ini berarti ajaran Sang Buddha tetap relevan sampai sekarang ini.

(13 September 2009)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar