Check out the Latest Articles:

Senin, 18 April 2011

Kewajiban Orangtua terhadap Anaknya : Bhikkhu Guṇasīlo

Kewajiban Orangtua terhadap Anaknya


Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammāsambuddhassa
Puttadārassa saṅgaho, anākulā ca kammantā, etammaṅgalamuttama ;
Menyokong anak dan istri, bekerja tanpa cela, itulah berkah utama.
(Mahāmaṅgala Sutta, Sutta Nipāta)

Kewajiban orangtua kepada anaknya merupakan suatu hal yang harus dilakukan oleh orangtua, agar anak-anaknya menjadi anak yang baik setelah besar nanti. Biasanya, orangtua dalam mendidik anak-anaknya selalu bertanggung jawab dan memiliki sifat kasih sayang serta rela menderita dan berkorban demi anak-anaknya. Kadang-kadang anak jaman sekarang tidak mau membalas jasa orangtua, tidak tahu menderitanya orangtua ketika melahirkan, menyusui, mendidik, dan sebagainya. Anak-anak sekarang cenderung lupa akan jasa kebajikan orangtuanya. Tetapi orangtua sudah pasti memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak-anaknya, meskipun anak yang dilahirkannya masih kecil, remaja, dewasa ataupun sudah berkeluarga. Pokoknya selama orangtua masih hidup, anak-anaknya akan selalu diperhatikan.

Biasanya para orangtua akan selalu hidup bahagia jika ia melihat anak-anaknya hidup sukses, hidup tenang, tentram dalam kehidupannya, apalagi setelah menikah anaknya hidup menjadi orang kaya dan rumah tangganya tentram dan damai, suka memberi dan memperhatikan orangtuanya, maka para orangtua lebih berbahagia lagi karena anak tersebut dianggap anak yang dapat membalas budi orangtuanya. Tetapi sebaliknya, orangtua akan merasa sedih apabila melihat anaknya setelah besar menjadi menderita, ekonominya serba kekurangan, banyak hutang dan banyak masalah. Meskipun anak tersebut sudah beristeri dan sudah bersuami, yang sebenarnya bukan lagi tanggung jawab orangtua, tetapi hati orangtua tetap sedih.

Maka dari itu, para orangtua harus pandai-pandai mengarahkan anak-anaknya agar nantinya mereka menjadi anak-anak yang berbudi luhur, baik terhadap orangtua, saudara-saudaranya maupun di tempat lingkungan di mana ia berada, serta memiliki kehidupan yang cukup terutama dalam hal ekonomi. Pertama-tama yang harus dilakukan adalah dengan memberikan contoh-contoh yang baik di depan anaknya sendiri, baik perilaku, ucapan, dan perbuatan badan jasmani, karena anak lebih cenderung meniru perilaku orangtuanya. Yang kedua dengan memberikan pendidikan kepada anaknya, dan yang ketiga membimbing anak-anaknya agar selalu hidup hemat, serta memperhatikan cara hidup yang baik agar nantinya ia dapat mencukupi kebutuhan hidupnya sendiri.

Sungguh merupakan kesalahan besar bagi para orangtua membiarkan anak-anaknya bermalas-malasan, tidak bersekolah, berkelahi, merokok, dan sebagainya, karena nantinya anak itu akan menjadi anak yang nakal dan hidupnya akan menderita. Karena itu, bagi para orangtua dalam mendidik anak-anaknya sangatlah penting. Janganlah kita sebagai orangtua dalam mendidik anak sepenuhnya diserahkan kepada seorang pembantu, tetapi kita pun sebagai orangtua seharusnya turut andil mendidik dan membimbing anak-anak kita, misalnya pada saat hari minggu, hari libur, atau pada saat waktu luang. Dengan demikian anak akan selalu mendapat perhatian dari orangtuanya. Kalau anak selalu diperhatikan, anak akan mempunyai rasa kasih sayang kepada orangtuanya. Dengan demikian anak-anaknya akan menjadi anak-anak yang baik.

Dalam hal ini, Sang Buddha pernah menerangkan di dalam Sigalovāda Sutta, Dīgha Nikāya tentang kewajiban orangtua terhadap anaknya. Ada lima cara, yaitu:
1. Mencegah anaknya berbuat jahat;
2. Menganjurkan anaknya berbuat baik;
3. Memberikan pendidikan yang sesuai untuk anak-anaknya;
4. Mencari pasangan yang sesuai untuk anak-anaknya;
5. Menyerahkan harta warisan kepada anak-anaknya.

Demikianlah lima hal yang harus diperhatikan bagi para orangtua dalam melaksanakan kewajibannya kepada anak-anaknya. Jadi, sebagai orangtua jika ingin mengharapkan anaknya menjadi anak yang baik, berguna dan bermanfaat, maka yang terpenting adalah perhatian, tanggung jawab, mendidik, serta membimbing langsung kepada anak-anaknya, janganlah menyerahkan sepenuhnya kepada pembantu, atau lupa akan kewajiban orangtua terhadap anak hanya karena kesibukan pekerjaan kantor, berdagang, dan sebagainya. Apabila kita sebagai orangtua dalam melaksanakan kewajiban sesuai dengan prinsip ajaran Sang Buddha di dalam Sigalovāda Sutta, maka nantinya anak-anak kita menjadi anak-anak yang baik bagi orangtuanya sendiri maupun bagi masyarakat, bangsa dan negara. Untuk itu, tingkatkanlah peran-serta orangtua dalam mendidik anak-anaknya sesuai dengan ajaran Sang Buddha, dan semoga apa yang dicita-citakan dapat tercapai.

Sumber: Sigalovāda Sutta, Dīgha Nikāya
(22 Juni 2008)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar